Selasa, 20 Mei 2014

Bakti Sosial 2014 Himafisio FK-UH

Sebagai acara puncak dari peringatan hari jadi Himafisio FK-UH, maka bakti sosial ini dianggap perlu untuk diadakan. Banyak tujuan dari kegiatan ini, yaitu sebagai wujud nyata pengabdian pada masyarakat, penyebarluasan manfaat fisioterapi, dan sebagai jalan awal untuk membangun kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 25-27 April 2014 dan bertempatkan di Kabupaten Bantaeng.

Adapun item acara yang dilaksanakan dalam bakti sosial ini antara lain:
  • Pemeriksaan kesehatan guna memeriksa kesehatan masyarakat dan memberikan intervensi fisioterapi
  • Deteksi cacat dini guna mendeteksi kelainan bentuk tubuh dan penyakit lainnya yang didapatkan pada siswa sekolah dasar. Pendeteksian sedini mungkin sangat berperan penting dalam pencegahan penyakit.
  • Massage bayi guna memberikan stimulasi pada bayi agar kemampuan motoriknya dapat kembang dengan baik.
  • Senam ibu hamil, senam ini bertujuan untuk mengajarkan ibu hamil garakan-gerkan senam yang dapat mengurangi keluhan-keluhan saat masa kehamilan
  • Penyuluhan kesehatan agar menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit, agar dapat mencegah penyakit tersebut.

















Sabtu, 17 Mei 2014

Seminar Fisioterapi 2014 & Launching Buku

Pada tanggal 13 April 2014 yang lalu, Himafisio FK-UH melaksanakan seminar yang membahas Permenkes Nomor 80 Tahun 2013 dengan bentuk diskusi panel dan dirangkaikan dengan launching buku Fisioterapi dengan judul “Tes Spesifik Muskuloskeletal”.

Seminar ini dianggap perlu untuk diselenggarakan guna mengenal dan mengkaji lebih dalam isi Permenkes tersebut. Dengan memahami isi Permenkes, diharapkan insan fisioterapi dapat lebih siap menjawab tantangan-tantangan profesi fisioterapi.







Rabu, 30 April 2014

Diesnatalis V Himafisio FK-UH

Dalam rangka memperingati hari jadi Himafisio FK-UH yang jatuh pada tanggal 11 April, maka Diesnatalis V Himafisio FK-UH dilaksanakan. Bertempat di Taman Hipocrates Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, acara ini berlangsung meriah.

Berbagai rangkaian acara yang manarik panitia hadirkan demi memeriahkan acara ini, antara lain pemotongan tumpeng, santap hidangan, dan game session yang diikuti oleh seluruh Civitas Akademika Fisioterapi FK-UH.

Tetap jaya Himafisio FK-UH!



pembukaan dan potong tumpeng

senam pagi

icon dan photobooth



photobooth
game pecah balon

game tebak kata eat bulaga

para supporter

ekspresi peserta game dan inilah pemenangnya!


acara penutup :D

Jumat, 18 April 2014

Inaugurasi Fisioterapi FK-UH, OR13ITAE

Dengan mengusung tema WORLD CUP, Wonderful Day to Celebrate Unification of Physical Therapy, Inaugurasi Fisioterapi FK-UH begitu meriah dan berjalan lancar.
Inaugurasi ini dimaksudkan sebagai acara pelantikan angkatan 2013 yang telah bergabung dikeluarga besar Himafisio FK-UH, sebagai peluncuran nama angkatan, dan juga sebagai wadah kreatifitas mahasiswa/i Fisioterapi FKUH.

replika piala dunia sebagai maskot inaugurasi


paduan suara


tari mappadendang

teaterikal dan pemberian nama angkatan

persembahan

persembahan dari Sanggar Tari Himafisio FK-UH

perkusi live

Samba dance

flashmob, let's dance and share the happiness!

Nama angkatan yang diberikan adalah OR13ITAE, yaitu tulang yang berbentuk lingkaran berongga di area mata. Seperti yang kita ketahui, mata adalah salah satu pintu untuk mengenal dunia dan membuka wawasan. Sesuai dengan namanya, diharapkan angkatan ini dapat memperluas wawasan dan pikirannya, memiliki solidaritas layaknya tulang, dapat merangkul dan menjadi penyatu perbedaan layaknya lingkaran.

Dan harapan yang terpenting adalah, bisa menjadi suatu kebanggan fisioterapi!

Minggu, 30 Maret 2014

Prinsip Tumbuh Kembang & Perkembangan Motorik Anak

Cakupan ilmu fisioterapi begitu banyak, salah satunya mengenai tumbuh kembang dan perkembangan motorik anak, oleh karena itu, bagi Anda yang berminat dengan fisioterapi pediatric, silahkan mengunggah file ini.

Semoga bermanfaat!

Jenis-jenis Penyakit Jantung Menurut Ilmu Fisioterapi

Penyakit jantung erat hubungannya dengan sistem kerja tubuh kita. Tidak terkecuali sistem gerak fisik. Oleh karena itu, peran fisioterapi sangat besar dalam pemeliharaan dan pemulihan kesehatan jantung. Adapun jenis-jenis penyakit jantung menurut ilmu fisioterapi dapat anda dapatkan di sini adapun sistem pemeriksaan jantung, anda bisa dapatkan di sini

Selamat berbagi ilmu!

Kamis, 27 Februari 2014

Prinsip Fisioterapi Olah Raga



Manajemen patologi untuk injury yang dialami atlet dibagi menjadi 3 bagian :
          Damage control, facilitation of repair, dan reconditioning of the recovered lesion
          Prinsip dasar manajemen tiap fase harus mempertimbangkan keparahan injury, struktur terlibat, riwayat injury, dan pembedahan (jika ada)
Manajemen akut fisioterapi olahraga adalah PRICER untuk menajemen akut soft tissue injury. PRICER terdiri dari:
1.  Protection
Secara umum, proteksi merupakan tindakan2 yang membatasi aktivitas atlet untuk mencegah lesi menjadi lebih parah dan menempatkan bagian yang terluka tersebut pada posisi yang aman dan nyaman
2.  Rest
Atlet dinstruksikan untuk beristirahat. pada early stage, atlet diharuskan beristirahat untuk menurunkan TD dan mencegah hemorrage menjadi lebih parah
     3. Ice
Es berfungsi untuk menurunkan nyeri, mengurangi pendarahan dan bengkak, serta meminimalisir secondary hypoxic injury. waktu maksimal penggunaan es selama 20 menit.
4. Compression
Penggunaan compression bandage terhadap injury dapat mengontrol swelling dan meminimalkan respon inflamasi. Kompresi dapat mengembalikan sirkulasi normal lebih cepat dan drainase limfatik di area yang terluka
5. Elevation
Elevasi berfungsi untuk mengurangi tekanan intravaskular lokal, sehingga mengurangi pendarahan dari pembuluh darah yang rusak. Selain itu, elevasi juga memfasilitasi drainase cairan interstisial menuju sirkulasi sentral
6. Referral
Penempatan faktor ini pada akhir PRICER menghimbau semua prictitioners (pelatih, dokter, dll) untuk menyadari keterbatasan mereka dalam pengelolaan cedera olahraga akut. rujukan ke rumah sakit dan pusat kecelakaan darurat, ke dokter atlet sendiri, seorang fisioterapis olahraga atau seorang dokter olahraga atau spesialis harus dipertimbangkan ketika penyelidikan lebih lanjut, intervensi atau pengawasan diperlukan, misalnya ketika evaluasi radiologis segera diperlukan, atau pemain dengan cedera kepala membutuhkan pengamatan yang memenuhi syarat untuk beberapa jam.

Ongoing Management-Promotion of Healing
Tahap ini merupakan fase penyembuhan dari matriks dan sel proliferase menjadi fase proliferasi. Berlangsung selama antara 72 jam sampai 6 minggu (Oakes 1992). Pada fase ini melibatkan sel fagositosit (makrofag dan monosit) yang berfungsi untuk mensintesis penyembuhan lesi.
Adapun tujuan fisioterapi pada fase iini adalah:
          Mengurangi pembengkakan
          Memfasilitasi oksigenasi dan nutrisi dari siklus cedera
          Mengembalikan pola gerak yang normal
          Mencegah atau meminimalisir keparahan yang lebih jauh
          Menghindari cedera berulang
Kemudian tindakan fisioterapi pada fase penyembuhan (healing) antara lain:
          Massage
          US dosis rendah
          Arus listrik
          Stimulasi listrik pada otot
          Exercise
          Instruksi kepada pasien mengenai pembatasan dari kegiatannya.
Sedangkan tindakan fisioterapi pada fase perbaikan (Repair) antara lain:
          Intensitas dari latihan ditingkatkan.
          Massage dan stretching (peregangan) dapat ditingkatkan.
Fase Rehabilitasi olah raga
Ada 3 prinsip fase rehabilitasi, yaitu :
1. Pemberian stress (tegangan),
2. Adaptasi spesifik untuk rangsangan tertentu,
3. Adaptasi kemampuan dalam pemberian beban yang akan terus ditingkatkan sesuai kondisi recovery atlet
Maintenance fitness
Pemeliharaan fisiologi parameter memastikan bahwa atlit kembali kepelatihan dan kompetisi dalam kondisi fisik terbaiknya, sehingga memaksimalkan performan dan meminimalkan resiko cedera lebih lanjut.  Untuk mencapai hal tersebut seorang FT membutuhkan pengetahuan teori maupun practice dan beberapa pengalaman dalam penerapan prinsip prinsip tersebut, baik dalam rehabilitative maupun pembinaan atlit.
Berikut bagaimana menerapkan prinsip prinsip yang diberikan, meragsang minat dan pemanfaatan illustrate.
        Baseline parameters
Bekerja dengan tim atau kelompok atlet secara teratur memberikan kesempatan untuk menguji skuad selama fase persiapan pelatihan. Pengujian dapat terdiri dari pengukuran fisiologis atau penilaian fungsional yang relevan dengan olahraga, atau kombinasi dari keduanya.  Hal ini sangat berguna jika atlet akan pulih dari cedera, dalam hal tes dapat membantu memutuskan kapan seorang atlit dalam kembali kekompetisi .
Misalnya, bekerja sama dengan tim basket, Anda mungkin melakukan tes pra-musim yang meliputi  data antropometri, (tinggi, berat, persentase lemak tubuh); data fisiologis (diprediksi uji penyerapan oksigen maksimal); dan  tes fungsional seperti jarak yang ditempuh dengan 10 hop (uji masing-masing kaki); waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kelincahan yang telah ditetapkan dilaksanakan dalam stadion dengan pengulangan cepat, melompat vertikal ke titik di mana kelelahan membatasi kinerja untuk 75% dari perbedaan antara jangkauan berdiri dan tinggi melompat vertikal.
Tes yang menyerap oksigen akan memberikan indikasi kelelahan terhadap pemain, yang menarik bagi pelatih dan terapis untuk kinerja dan keselamatan merupakan alasan masing-masing. Tes yang tepat akan bervariasi antara olahraga dan harus dikembangkan bersama dengan staf pelatih. ingat bahwa tes fungsional harus sesuai dengan upaya selama pemulihan cedera. Maksudnya perhatikan cedera yang diderita atlit
        Strength training
Fisioterapis sering memanfaatkan isometric sebagai latihan kekuatan, terutama dalam kaitannya dengan program stabilisasi dengan otot perut, medialis vastus, hamstring, otot scapula dan otot cervikal postural. Namun tidak menutup kemungkinan strengthening juga dilakukan dengan isotonic dan isokinetik.
        Energy system
Konsep pelatihan jalur energi tidak hanya berlaku untuk bersepeda, berlari, berjalan atau berenang, juga dapat diintegrasikan ke dalam latihan beban dan sirkuit pelatihan menggabungkan bobot, fleksibilitas dan daya tahan kegiatan.
Pelatihan perlawanan berat adalah anaerobik (karena tingkat pengulangan rendah), resistensi cahaya dapat digunakan untuk meningkatkan panjang dan tingkat latihan sehingga meningkatkan denyut jantung dan menempatkan tuntutan aerobik pada jalur energy; latihan fleksibilitas dapat digunakan sebagai waktu istirahat di sirkuit di mana utang oksigen dilunasi sebelum jeda lain aktivitas glikolitik atau aerobic.

        periodization
Ketika melakukan sebuah program pelatihan fisiologis bersamaan dengan rencana rehabilitasi, tahap program pelatihan para atlet itu adalah di harus ditentukan, yaitu apakah persiapan fase, sebuah pre-competitive fase atau transisi tahap setelah mencapai puncak (rushall and pyke 1990). Keseimbangan volume dan intensitas pengkondisian kerja bervariasi sesuai dengan perkembangan kemampuan motoriknya.

Maintenance of Skill
Pemeliharaan skill atlet ini mencakup tiga garis besar, yaitu latihan motorik, pelatihan mental, dan fatique.
-       Latihan motorik
Menggunakan prinsip-prinsip motor learning, atlet bisa tetap berhubungan dengan bagian komponen keterampilan nya selama rehabilitasi. Skill related, meliputi : kecepatan, power, keseimbangan, kelincahan, kordinasi, dan kecepatan reaksi (Mutahir & Gusril, 2004).
Adapun tahapan latihan motorik atlet, yaitu
Training Phase
Characteristics
Basic preparatory
pre-season stage
high volume
low intensity
non-spesific
Spesific preparatory
early season stage
volume decrease
instensity increase
activities become more sport-spesific
pre-competitive
volume derease further
intesnsity becomes very high
sport-specificity paramount
may taper before competitive stage events
competitive
peaking' stage
low volume
high intensity
totally spesific to performance
transition
off-season stage
sufficient volume & intensity to prevent 'detraining'
non-spesific, may involve other sports or cross-training


-          Latihan mental
Latihan mental yang lebih realistis dan sempurna, retensi yang lebih baik pd tingkat keterampilan yang optimal. ini hanya membutuhkan 10-15 menit per hari dari aplikasi, tetapi melibatkan konsentrasi yang kuat dengan gangguan minimal. pelatih mungkin bisa membantu dengan saran keterampilan atau strategi yang membutuhkan pekerjaan ekstra dengan cara ini.

-          Fatique
Kelelahan dapat digunakan sebagai penilaian atau alat rehabilitasi yang berharga dan berlaku untuk kembali aman atlet untuk tingkat kinerja kompetitif