Selasa, 21 Oktober 2014

SINOATRIAL (Seminar, Workshop, Lomba Fisioterapi Nasional)



A.      LATAR BELAKANG
Ilmu merupakan kajian pengetahuan yang senantiasa mengalami perkembangan sebagai wujud pemenuh kebutuhan manusia,tidak terkecuali ilmu fisioterapi.Sebagaimana kita ketahui ilmu fisioterapi sedang mengalami perkembangan yang pesatditandaidengan hadirnya S1-profesi pertama kali di Makassardan terus berkembang dengan modalitas-modalitas fisioterapi, salah satunya VMT.
VMT atau Visceral Manual Technique adalah jenis intervensi fisioterapi yang ditemukan oleh  Jean Pierre Barral seorang fisioterapis Rumah Sakit Paru Penyakit di Grenoble, Prancis. Teknik ini telah menjadi teknik pengobatan di Eropa dan Asia sejak zaman pra sejarah namun belum lama dikenal di Indonesia.
Melihat perkembangan tersebut, kami sebagai mahasiswa yang berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,ingin mengembangkan pendidikan baik bagi mahasiswa secara pribadi maupun seluruh masyarakat.
Divisi Pendidikan Dan Pengembangan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Himafisio FK-UH) berkeinginan untuk mewadahi mahasiswa dan praktisi fisioterapi dalam mengenal dan memahami lebih jauh VMT dengan menyelenggarakan seminar dan workshop dengan tema “Visceral Manual Technique (VMT) of Gastroenterohepatica (GCH) as Physical Therapy’s Intervention.
Acara seminar dan workshop tersebut akan kami rangkaikan dengan lomba essay, fotografi, dan poster antar mahasiswa fisioterapi se-Indonesia. Hal ini didasari oleh fakta di lapangan, bahwa masih kurangnya ajang kompetensi mahasiswa fisioterapi yang menghubungkan antara kemampuan intelegensi dan kreativitas.
  
B.       MAKSUD DAN TUJUAN
Seminar, workshop, dan lomba ini merupakan kegiatan yang bermaksud untuk mengambangkan kemampuan seluruh akademisi dan praktisi Fisioterapi baik dalam aspek kompetisi maupun ilmu Fisioterapi.
Tujuan kegiatan ini :
a.         Wadah silaturahmi bagi mahasiswa Fisioterapi se-Indonesia.
b.        Wadah kompetisi mahasiswa Fisioterapi se- Indonesia.
c.         Meningkatkan intelegensi dan kreativitas mahasiswa Fisioterapi se- Indonesia.
d.        Meningkatkan pengetahuan mengenai kompetensi Fisioterapi dalam hal intervensi Fisioterapi pada gangguan interna dengan menggunakan VMT.
e.         Menyeragamkan paradigma mengenai ilmu dan profesi Fisioterapi.

C.      NAMA KEGIATAN
SINOATRIAL (Seminar, Workshop, Lomba Fisioterapi Nasional)

D.      TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan SINOATRIAL adalah Move Independently, Get Our Glory.

E.       KONSEP KEGIATAN
SINOATRIAL merupakan serangkaian acara, yaitu :
1.      Seminar dan Workshop
Seminar dan Workshop Nasional ini bertemakan Visceral Manual Technique (VMT) of Gastroenterohepatica (GCH) as Physical Therapy’s Intervention.
Pemateri :
·         Seminar        : Prof.Dr.dr. SyamsuSp.Pd, KAI
Drs. Djohan Aras, S.Ft, Physio, M.Pd, M.Kes
·         Workshop    : Drs. Djohan Aras, S.Ft, Physio, M.Pd, M. Kes

2.      Lomba, terdiri dari tiga rangkaian, yaitu
a.       LombaFotografi
Tema   : Intervensi Fisioterapi
b.    Lomba Essay
Tema   : Potret Fisioterapi Indonesia Dulu, Kini dan Nanti
c.       Lomba Poster
Tema   : PromosiFisioterapi


F.     WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
a.       Lomba
Waktu         : Sabtu, 29 November 2014
Tempat        : Auditorium Prof. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
b.      Seminardan Workshop
Waktu         Minggu, 30 November 2014
Tempat        : Aerotel Smile Hotel Makassar

G.    SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA
Link url:
1.     syarat lomba essay

H. FORMULIR PENDAFTARAN
Link url:
1.      Form pendaftaran seminar dan workshop : http://goo.gl/forms/h0Xjmwrlso
2.      Form pendaftaran lomba : http://goo.gl/forms/k7lV8PfxDa
3. tata cara pendaftaran, klik disini

Catatan:
Sebelum anda mengisi formulir lomba, diwajibkan melakukan pembayaran sesuai kegiatan yang diikuti, ke Rekening BRI a/n Reni Paembonan 4946-01-000062-50-9 kemudian mengirimkan foto tanda bukti pembayaran yang telah dilakukan ke himafisio.fkuh14@gmail.com dan langsung mengonfirmasikan ke nomor 085255969302 (Reni Paembonan)

Minggu, 28 September 2014

Sumber : http://www.blogkmp.net


Islam dan toleransi sering diibaratkan dengan dua hal yang tidak dapat bersatu. Hal ini dipicu oleh tindakan segelintir oknum yang mengatasnamakan Jihad Islam melakukan aksi terorisme dengan sasaran yang salah, juga oleh beberapa peristiwa kekerasan yang menimpa penganut aliran sesat dan menyimpang seperti Ahmadiyah. Bahkan masalah ucapan selamat natal pun dianggap menjadi salah satu penegasan bahwa Islam jauh dari nilai toleransi antar umat beragama.

Sebenarnya bagaimana sih konsep toleransi dalam Islam? apakah sama antara paham dan penerapan toleransi dalam Islam dengan paham dan penerapan toleransi ala barat yang sekarang banyak dianut orang bahkan oleh sebagian orang Islam itu sendiri?

Sebelumnya mari kita lihat dulu perbedaan konsep toleransi dalam Islam dengan toleransi barat serta batasan-batasan toleransi dalam Islam.

Konsep dalam Islam yang paling dekat dari segi pengertian dengan konsep toleransi barat ialah tasamuh yang berarti sikap pemurah, penderma, dan gampangan. Atau juga dapat diartikan dengan mempermudah, memberi kemurahan dan keluasan.

Kaidah toleransi dalam Islam berasal dari ayat Al-Qur'an laa ikraaha fi al-diin yang berarti tidak ada paksaan dalam agama...

Nilai-nilai dan konsep tasamuh  atau toleransi dalam Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. Islam mengajarkan kita untuk meyakini dan mengimani semua Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah untuk membawa risalah kepada kaumnya, sejak sebelum diturunkan Rasulullah SAW. Kaidah toleransi dalam Islam berasal dari ayat Al-Qur'an laa ikraaha fi al-diin yang berarti tidak ada paksaan dalam agama, namun tidak menafikan unsur dakwah Islam yang sifatnya mengajak, bukan memaksa.

Berdasarkan kaidah tersebut maka kaum non-muslim dari golongan kafir dzimmi yang berada di tengah-tengah umat Islam maka mereka wajib dilindungi dan dijamin keamanannya serta tidak boleh dipaksa masuk Islam karena mereka membayar jizyah.

Dari segi ibadah, bentuk toleransi dalam Islam terwujud dengan adanya kemudahan-kemudahan untuk menjalankan ibadah bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan, seperti mengganti wudhu dengan tayamum jika tidak mendapat air, shalat dengan duduk jika sedang sakit dan tidak mampu berdiri, mengganti puasa di lain hari jika tidak mampu mengerjakan karena halangan sakit maupun perjalanan, dll.

Dari segi muamalah (hubungan masyarakat), Islam memerintahkan kita untuk berbuat baik serta berlaku adil pada semua orang, baik muslim maupun non-muslim. Kita wajib membantu tetangga yang kesusahan walaupun mereka tidak seiman dengan kita, dll.

Toleransi ala barat dipengaruhi oleh peristiwa sejarah masa lalu, berbeda dengan konsep toleransi dalam Islam...

Sedangkan latar belakang toleransi ala barat adalah pengaruh dari peristiwa sejarah masa lalu, misal ketika masa 'zaman kegelapan' (the dark age) sebelum era renaissance, setelah keruntuhan imperium Romawi Barat, dimana terjadi penyelewengan yang dilakukan oleh Gereja Kristen, terjadi kekerasan, penindasan dan hukuman fisik atas nama agama terhadap siapa saja yang dianggap sesat menyimpang dari doktrin Gereja pada waktu itu, bahkan 85 persen korban penyiksaan dan pembunuhan adalah wanita. Antara tahun 1459-1800, diperkirakan antara dua-empat juta wanita dibakar hidup-hidup di dataran Katolik maupun Protestan Eropa.

Dalam ajaran Yahudi pun terjadi penyimpangan dimana dalam kitab perjanjian lama mereka diperintahkan untuk membumihanguskan kelompok lain, tidak lain karena mereka menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan.

Adalah John Locke figur yang cukup terkenal dalam menelurkan ide toleransinya, yaitu dengan menjabarkan tiga pikiran mengenai pentingnya toleransi. Pertama, hukuman yang layak untuk individu yang keluar dari sekte tertentu bukanlah hukuman fisik melainkan cukup ekskomunikasi (pengasingan). Kedua, tidak boleh ada yang memonopoli kebenaran, sehingga satu sekte tidak boleh mengafirkan sekte yang lain. Ketiga,  pemerintah tidak boleh memihak salah satu sekte, sebab masalah keagamaan adalah masalah privat. Tiga doktrin inilah yang kemudian membentuk doktrin toleransi di dunia Barat (negara-negara demokrasi Barat).(voa-islam.com)

Batasan toleransi dalam Islam

Masalah yang sering terjadi mengenai penerapan toleransi antar umat beragama ialah ketika toleransi muamalah menyenggol segi aqidah dan ibadah, banyak orang beranggapan bahwa tidak masalah jika mengucapkan selamat natal atau menghadiri undangan prosesi perayaan hari raya orang non-muslim dengan dasar toleransi atau saling menghargai padahal sudah jelas dalam Islam mempertahankan Aqidah adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat dikompromi, sehingga sekecil apapun perkara yang dapat mencederai Aqidah keislaman kita harus kita jauhi.

Mengakui keberadaan agama-agama tidak sama dengan mengakui kebenaran agama-agama lain selain Islam...

Kita boleh berbuat baik dan saling menghargai dan menghormati umat agama lain sebatas apa yang kita lakukan tidak dapat mencampuradukkan aqidah maupun ibadah serta tidak melukai keimanan kita.

Contoh bahwa Islam toleran dengan umat agama lain

Rasulullah SAW ketika di Madinah beliau memimpin rakyat Madinah yang terdiri dari beberapa suku dan agama yang berbeda, dan Rasulullah tidak memerintahkan umat Islam Madinah baik untuk memaksa umat Yahudi dan Nasrani untuk masuk Islam maupun menghalang-halangi umat agama lain untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Contoh lain ialah ketika Muhammad Al Fatih sultan Turki Utsmani yang memimpin penaklukan benteng Konstantinopel, setelah benteng dapat dikuasai pasukan Islam maka Sultan Al Fatih mempersilahkan penghuni Konstantinopel yang beragama Kristen untuk bebas hidup dan menjalankan ibadah serta keyakinannya bahkan dijamin keamanannya.

Semoga kita dapat memahami konsep toleransi antar umat beragama dalam Islam serta tidak terpengaruh dengan konsep toleransi yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam.



Dakwah Edisi September 2014 | Divisi Kerohanian Himafisio FK UH 

Pamflet Hadis Himafisio FK UH

Minggu, 10 Agustus 2014

Bukber Himafisio FK-UH

Dalam rangka menumbuhkan kebersamaan Mahasiswa maupun Alumni program S1 Fisioterapi FK-UH mengadakan Buka Bersama di Ruang CSL Prodi Fisioterapi. Dimana mahasiswa menunggu detik-detik buka puasa dengan bercengkrama dan bercanda. Walaupun tidak semua Mahasiswa dan Alumni Fisioterapi yang datang tetapi suasana tetap ramai dan hangat.






Selasa, 20 Mei 2014

Bakti Sosial 2014 Himafisio FK-UH

Sebagai acara puncak dari peringatan hari jadi Himafisio FK-UH, maka bakti sosial ini dianggap perlu untuk diadakan. Banyak tujuan dari kegiatan ini, yaitu sebagai wujud nyata pengabdian pada masyarakat, penyebarluasan manfaat fisioterapi, dan sebagai jalan awal untuk membangun kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 25-27 April 2014 dan bertempatkan di Kabupaten Bantaeng.

Adapun item acara yang dilaksanakan dalam bakti sosial ini antara lain:
  • Pemeriksaan kesehatan guna memeriksa kesehatan masyarakat dan memberikan intervensi fisioterapi
  • Deteksi cacat dini guna mendeteksi kelainan bentuk tubuh dan penyakit lainnya yang didapatkan pada siswa sekolah dasar. Pendeteksian sedini mungkin sangat berperan penting dalam pencegahan penyakit.
  • Massage bayi guna memberikan stimulasi pada bayi agar kemampuan motoriknya dapat kembang dengan baik.
  • Senam ibu hamil, senam ini bertujuan untuk mengajarkan ibu hamil garakan-gerkan senam yang dapat mengurangi keluhan-keluhan saat masa kehamilan
  • Penyuluhan kesehatan agar menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit, agar dapat mencegah penyakit tersebut.

















Sabtu, 17 Mei 2014

Seminar Fisioterapi 2014 & Launching Buku

Pada tanggal 13 April 2014 yang lalu, Himafisio FK-UH melaksanakan seminar yang membahas Permenkes Nomor 80 Tahun 2013 dengan bentuk diskusi panel dan dirangkaikan dengan launching buku Fisioterapi dengan judul “Tes Spesifik Muskuloskeletal”.

Seminar ini dianggap perlu untuk diselenggarakan guna mengenal dan mengkaji lebih dalam isi Permenkes tersebut. Dengan memahami isi Permenkes, diharapkan insan fisioterapi dapat lebih siap menjawab tantangan-tantangan profesi fisioterapi.